Kuliner

Jajanan Melayu Tanjung Pinang: Otak-otak, Mi Lendir, Luti Gendang dan Lainnya

Tanjung Pinang punya deretan kuliner khas Melayu yang wajib dicoba, dari mi lendir berkuah kental hingga otak-otak yang dibakar dalam daun kelapa.

Tanjung Pinang Harbour

Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, adalah kota pelabuhan dengan tradisi kuliner Melayu yang kuat, diperkaya pengaruh Tionghoa. Banyak hidangan khasnya paling nikmat dicicipi di kedai kopi pada pagi hari atau di pusat jajanan pada malam hari.

Hidangan yang wajib dicoba

  • Mi lendir – Mi kuning dengan taoge dan telur rebus, disiram kuah kental kecokelatan dari kacang tanah dan ubi. Tekstur kuah yang licin inilah asal namanya. Rasanya gurih manis, biasanya ditemani irisan cabai.
  • Otak-otak – Adonan ikan atau sotong berbumbu yang dibungkus daun kelapa, lalu dibakar. Versi Tanjung Pinang berwarna kemerahan, gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah. Bisa dimakan begitu saja atau dicocol saus kacang.
  • Luti gendang – Roti goreng yang lembut dengan isian abon ikan yang gurih dan sedikit manis. Asalnya dari Kepulauan Anambas, namun kini menjadi teman minum teh di banyak kedai kopi Tanjung Pinang.
  • Mi tarempa – Mi lebar dengan bumbu merah dan ikan tongkol, disajikan kering atau berkuah. Namanya diambil dari Tarempa di Kepulauan Anambas.
  • Tepung gomak – Kue dari tepung ketan berisi kacang hijau, gula merah, dan kelapa parut, bertabur tepung sehingga tampak berbedak.

Tempat berburu kuliner

Pada malam hari, Akau Potong Lembu di pusat kota menjadi tujuan favorit. Pusat jajanan terbuka ini menampung banyak pedagang sekaligus: pengunjung cukup memilih meja, memesan dari beberapa lapak, lalu makanan diantarkan. Selain jajanan Melayu, tersedia pula hidangan laut seperti gonggong dan ikan bakar. Pada pagi hari, kedai kopi tradisional adalah tempat terbaik untuk mencoba luti gendang atau mi lendir sambil menyeruput teh susu.

Tips kecil

Luti gendang juga populer sebagai oleh-oleh. Tanyakan kepada penjual apakah ada versi setengah matang yang lebih tahan lama untuk dibawa pulang.