Alam & Pantai

Pulau Penyengat: Pulau Bersejarah di Seberang Tanjung Pinang

Pulau mungil di seberang Tanjung Pinang ini menyimpan jejak Kesultanan Riau-Lingga: masjid kuning yang ikonik, makam para bangsawan, dan reruntuhan istana. Cukup sekitar 15 menit naik pompong untuk sampai ke sana.

Pulau Penyengat

Hanya sepelemparan batu dari pusat kota Tanjung Pinang, Pulau Penyengat adalah tempat terbaik untuk mengenal sejarah Melayu di Kepulauan Riau. Pulau kecil yang panjangnya kira-kira 2,5 kilometer ini dulu menjadi pusat pemerintahan Yang Dipertuan Muda Kesultanan Riau-Lingga sekaligus benteng pertahanan. Menurut sejarahnya, pulau ini dihadiahkan sebagai mas kawin Sultan Mahmud Syah III kepada permaisurinya, Engku Puteri Raja Hamidah.

Cara ke sana dan berkeliling

Dari dermaga di pusat kota Tanjung Pinang, perahu kayu bermesin yang disebut pompong menyeberang ke Penyengat dalam waktu sekitar 15 menit. Perahu biasanya berangkat begitu penumpang cukup. Jalan-jalan di pulau ini sempit dan tenang, jadi Penyengat enak dijelajahi dengan berjalan kaki. Kalau ingin lebih santai, naiklah becak motor alias bentor. Banyak pengemudinya sekaligus berperan sebagai pemandu dan bercerita tentang setiap situs yang disinggahi. Sepakati tarif sebelum berangkat.

Yang wajib dilihat

  • Masjid Raya Sultan Riau – bangunan kuning-hijau yang langsung terlihat dari laut. Masjid ini direnovasi besar-besaran pada 1832 dan terkenal dengan kisah putih telur yang dipakai sebagai campuran bahan perekat. Jumlah 13 kubah dan 4 menaranya sama dengan 17 rakaat salat wajib sehari. Di dalamnya tersimpan mushaf Al-Qur'an tulisan tangan dari tahun 1867.
  • Kompleks Makam Engku Puteri Raja Hamidah – tempat peristirahatan permaisuri yang dikenang karena teguh menjaga regalia kerajaan. Di kompleks yang sama dimakamkan Raja Ali Haji, pengarang Gurindam Dua Belas dan Pahlawan Nasional. Bait-bait gurindamnya terpampang di dinding bangunan makamnya.
  • Makam Raja Haji Fisabilillah, pahlawan nasional yang gugur melawan Belanda.
  • Balai Adat Melayu, rumah panggung tradisional yang menjadi pusat kegiatan budaya warga.
  • Reruntuhan istana, misalnya Istana Kantor, serta benteng Bukit Kursi dengan meriam yang menghadap ke laut.

Tips berkunjung

Penyengat juga merupakan tujuan wisata religi, jadi kenakan pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut, terutama saat memasuki masjid dan kompleks makam. Datanglah pagi hari sebelum matahari terlalu terik dan bawa air minum sendiri. Setengah hari umumnya sudah cukup untuk menyinggahi situs-situs utama tanpa terburu-buru.