Budaya

Festival Pulau Penyengat: Pesta Budaya Melayu di Depan Tanjung Pinang

Lomba jong dan sampan, gasing, pembacaan Gurindam Dua Belas, serta seni Melayu menghidupkan Pulau Penyengat saat festival berlangsung. Jadwalnya berubah-ubah, jadi pantau pengumuman resmi.

Pulau Penyengat

Pulau Penyengat, pulau kecil di seberang Tanjung Pinang, adalah jantung budaya Melayu Riau. Di sinilah digelar festival yang menghadirkan permainan rakyat, lomba perahu, dan sastra Melayu di tepi pantai.

Dari Festival Pulau Penyengat ke Penyengat Heritage

Festival Pulau Penyengat pertama kali diadakan pada Juli 2017 atas dukungan Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah. Tujuannya memperkenalkan tradisi Melayu dan menarik wisatawan, baik dari dalam negeri maupun dari Singapura dan Malaysia yang bertetangga. Sejak itu festival ini kembali digelar dalam beberapa edisi. Pada Juni 2026 acaranya berlangsung dengan nama Penyengat Heritage di Pantai Balai Adat, dengan keterlibatan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Apa yang bisa disaksikan

Susunan acaranya berganti-ganti, tetapi banyak unsur yang kerap muncul kembali:

  • lomba sampan dayung dan jong, perahu layar tradisional khas Kepulauan Riau; pada 2026 sekitar 200 jong dari 55 klub asal Indonesia, Malaysia, dan Singapura ikut bertanding
  • lomba gasing
  • permainan air yang meriah seperti lomba bantal di laut dan lomba menangkap itik
  • pembacaan Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji
  • pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan Melayu, serta bazar kuliner dan busana

Perpaduan olahraga tradisional dan sastra inilah yang membuat festival ini berbeda dari acara wisata biasa. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana warisan maritim Melayu masih hidup di tengah masyarakat.

Waktu dan cara ke sana

Festival ini tidak memiliki tanggal tetap; edisi-edisinya diadakan pada bulan yang berbeda-beda. Pantau pengumuman Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjung Pinang untuk jadwal terbaru. Penyengat dapat dicapai dengan pompong dari Tanjung Pinang dalam waktu sekitar 15–20 menit. Saat festival pulau ini ramai, jadi datanglah lebih awal, bawa uang tunai untuk jajan, dan kenakan pakaian sopan, sebab Penyengat adalah pulau yang religius dengan Masjid Raya Sultan Riau yang bersejarah.